Senin, 12 Januari 2015

MIMPI IBU 7 ANAK (SOSOK)

"Mimpi takkan pernah menyakitkan apabila Anda terus bekerja di balik mimpi-mimpi itu untuk membuatnya menjadi kenyataan sebanyak mungkin dan sejauh Anda bisa."
Banyak ibu yang sangat mendambakan kesuksesan anak-anaknya. Tetapi tidaklah sedikit juga orang tua yang hanya bermimpi, tidak menjadikan semua mimpi itu nyata. Tetapi mimpi-mimpi itu bisa dicapai oleh ibu saya, Saurlina Sinaga.
Lahir di Medan, 49 tahun yang lalu, ibu bermimpi agar bisa menjadi seorang PNS di bidang pertanian. Tetapi, kejadian G30SPKI telah mengubur dalam-dalam mimpinya tersebut sehingga menjadi angan belaka. Di tahun 1985-an, beliau kemudian merantau jauh dari kedua orangtuanya untuk hidup lebih mandiri di kota orang. Lalu setelah sekian lama hidup di kota orang, ibu akhirnya menikah dengan bapak R.Hutauruk di bulan Oktober, 1989. Bahtera rumah tangga inilah yang kemudian beliau jadikan mimpi-mimpinya kelak.
Dari 25 tahun pernikahannya, ibu dan bapak dikaruniai 7 orang anak. Sebenarnya, memiliki banyak anak membuat beliau menjadi seorang pekerja keras. Mengetahui bahwa beban anaknya sangat banyak, dia tidak ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang hanya di rumah dan tidak membantu suami untuk mencari penghasilan. Beliau mengerjakan apapun yang dia bisa agar anak-anaknya kelak bisa menjadi orang sukses sesuai dengan mimpinya. Prinsipnya adalah saya ada untuk anak-anak saya, seluruh hidup saya adalah untuk anak-anak dan suami. 
Mungkin perkataan kakak sulung saya (Yuniarta V. Hutauruk) benar adanya, bahwa "bermimpilah, karena TUHAN mengambil setiap keping mimpimu, menjadikannya satu, dan pada waktunya akan diserahkan kepadamu." Mimpi ibu satu-persatu agar anak-anaknya sukses terwujud. Beliau memulai hal tersebut dari pendidikan ke-7 anaknya. Pendidikan anak-anaknya, dari anak pertama, sampai anak ke empat telah berhasil ia antarkan sampai ke jenjang perkuliahan. Satu demi satu, pelan tapi pasti, anak pertama dan kedua telah berhasil ia motivasi dan alhasil menyelesaikan kuliah dengan waktu yang sangat singkat, 3,5 tahun saja. Doa dan usaha yang beliau iringi dalam langkah kami tak henti-hentinya, dan ucapan syukur juga telah beliau panjatkan karena kemudian mimpi-mimpinya telah kembali kepadanya untuk membantunya menyelesaikan mimpi-mimpinya yang lain. Anak pertama dan kedua telah bekerja, mereka membantu ibu untuk menyelesaikan mimpi ibu. Mereka membantu perekonomian keluarga yang tengah produktif dengan menyekolahkan adik-adiknya. Ibu tetap bekerja, di usia yang menjelang 50 tahun, ibu tetap bugar dan bekerja. Ibu tidak lantas berdiam diri karena usahanya kini untuk mewujudkan mimpinya dibantu oleh anak pertama dan kedua. Ia terus bekerja dan memotivasi semua anak-anaknya agar mempunyai cita-cita setinggi bintang di langit. Ibu adalah sosok motivator bagi kami, ke-7 anaknya. Kelak, ibu akan tersenyum setelah mimpi-mimpinya menjadi nyata dan mimpi tersebut datang kembali kepadanya. TUHAN memberkatimu, Ibu :)

BELAJAR MANDIRI DI KOTA ORANG : KERJA PARUH WAKTU (OPINI MAHASISWA)

KERJA PARUH WAKTU.

Apa yang kamu pikirkan setelah melihat kata-kata di atas ? Pasti untuk kalian yang belum merasakan tinggal jauh dari orang tua karena tuntutan pendidikan, hal tersebut sangatlah asing. Orang tua pun (apalagi yang memiliki pemikiran kolot) pastinya tidak memperbolehkan anak-anaknya kerja paruh waktu karena dirasa masih bisa membiayai anak-anaknya.

Menurut saya pribadi, sebagai perantau yang harus menempuh pendidikan di kota orang, kerja paruh waktu sangatlah penting. Mengapa ? Hal tersebut membantu saya untuk bisa lebih mandiri dan mengenal bagaimana lelahnya orangtua kita membanting tulang untuk menafkahi kita. Kerja paruh waktu memang saya rasakan manfaatnya sangat besar sekali bagi saya untuk tidak boros pada uang dan juga lebih menghargai apa yang telah saya terima dari orang tua saya.

Lebih jauh lagi, kerja paruh waktu membuat saya lebih mandiri. Mengapa ? Karena saya dituntut untuk membagi waktu antara belajar dan bekerja. Hal tersebut sangatlah sulit, mengingat apapun yang kita lakukan setelah merantau adalah serba sendiri. Saya dituntut untuk lebih menghargai waktu dan disiplin dengan waktu. Terkadang hal tersebut membuat saya jengah, karena sebagai mahasiswa juga saya dikejar oleh tugas-tugas dari kampus. Disinilah saya belajar menghargai waktu saya sesedikit apapun waktu yang saya punya setelah bekerja paruh waktu. Sebisa mungkin saya harus menyempatkan belajar dan mengerjakan tugas yang telah dosen berikan.

Kelebihan lain yang saya dapat sewaktu kerja paruh waktu adalah saya merasakan pressure yang sewaktu bekerja. Motivasi bekerja dituntut lebih dan itu yang akan saya dapat ketika saya bekerja sebagai profesional nanti, jadi saya sudah mengetahui lebih dahulu bagaimana tekanan dalam bekerja itu bisa mendorong semangat kita untuk bekerja lebih dan lebih giat lagi. Jadi, untuk teman-teman perantau, jangan takut untuk mengikuti kerja paruh waktu dan belajar mandiri di kota orang :) Akan tetapi jangan juga lupa akan tujuan utama kita ada di kota orang, yaitu menuntut ilmu. Jangan sampai keteteran kuliah karena kerja paruh waktu. Selamat mencoba !

Selasa, 06 Januari 2015

METAMORFOSA 2014 / HARI IBU : Love in Harmony (SIARAN PERS KAMPUS)

Metamorfosa 2014 adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan oleh komunitas MMTC TV. Komunitas ini mengadakan siaran pertamanya di tahun 2012, yaitu pada 1 Desember. Acara Metamorfosa ini adalah yang ke-2 kalinya sejak komunitas ini berdiri.

Bertemakan Hari Ibu, Metamorfosa 2014 ini dikemas dengan drama musikal yang berjudul "Menanti Satu Senja". Acara ini sukses membuat sekitar 400-an penonton berdecak kagum karena pengemasannya yang menarik dan berbeda dengan acara lainnya.

Ada beberapa pengisi yang juga turut memeriahkan acara ini, diantaranya The Rolling Road Band, Famila Voice, Senja Chamber Orchestra, dan KRST Pschicology UGM.

Di akhir acara, MMTC TV juga merayakan hari jadi komunitas tersebut yang ke 2 tahun, dan juga mengucap syukur atas masih berdirinya komunitas sampai sekarang dengan segala hambatan yang telah dihadapi. MMTC TV berharap, di tahun depan acara ini lebih baik lagi dan lebih sukses dan berharap MMTC TV semakin jaya dan menjadi komunitas yang paling diminati.



SEKILAS STMM MMTC YOGYAKARTA (ADVETORIAL)

Mungkin banyak masyarakat di Yogyakarta dan di luar Yogyakarta yang belum pernah mendengar tentang Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (dengan brand nama MMTC). Sekolah Tinggi ini berdiri pada tanggal 31 Juli 1985 ini awalnya adalah sekolah kedinasan yang dikhususkan untuk training PNS dari seluruh Indonesia. Akan tetapi, sejak tahun 2000, STMM Yogyakarta resmi membuka perkuliahan untuk umum dan dengan jalur tes.

STMM Yogyakarta sendiri adalah satu-satunya sekolah tinggi dengan jurusan broadcasting (dalam bahasa Indonesia berarti penyiaran) yang memiliki 3 program studi di awal pembukaan sekolah tinggi. Seiring dengan kebutuhan media yang semakin banyak, STMM Yogyakarta membuka 1 konsentrasi studi (yang akhirnya  menjadi program studi tersendiri) lagi di tahun 2010, yaitu ANIMASI, disusul 2 konsentrasi studi lagi (yang akhirnya menjadi program studi tersendiri) di tahun 2012, yaitu Manajemen Informasi Komunikasi dan Desain Teknologi dan Permainan. STMM Yogyakarta juga merupakan sekolah yang dikelola oleh KEMENKOMINFO dan  KEMENDIKBUD dan telah resmi menjadi Sekolah Tinggi negeri pada bulan April 2014 lalu.

MENGAPA HARUS MEMILIH BERKULIAH DISINI ??

Karena STMM Yogyakarta memiliki fasilitas broadcast dan multi media yang paling komplit se-Indonesia, dikarenakan alat-alat yang disediakan sudah standar broadcast. Pengajarnya pun memang merupakan para pakar broadcast dan multi media, oleh sebab itu tenaga STMM Yogyakarta selalu diserap oleh pertelevisian dan radio baik swasta dan negeri di seluruh Indonesia karena ilmu yang diajarkan di STMM Yogyakarta adalah ilmu praktek yang bisa disalurkan dalam dunia kerja ke depannya.

Memasuki era digital, STMM Yogyakarta juga telah menyediakan dan mengupgrade peralatan-peralatan yang digunakan dalam pe
mbelajarannya sehingga mahasiswa STMM Yogyakarta siap bersaing dalam dunia digital di tahun 2016.

Sudahkah anda siap untuk bergabung ? Masa depan dimulai dari sekarang di STMM Yogyakarta.

Senin, 08 Desember 2014

PIDATO BPOM MENGENAI “PEMBERANTASAN PEREDARAN OBAT TRADISIONAL DAN KOSMETIK ILEGAL MELALUI OPERASI STORM V TAHUN 2014”

Rekan – rekan media yang kami hormati,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat – Nya lah
kita dapat berkumpul di sini dalam rangka konferensi pers tentang acara yang telah diselenggarakan oleh Badan Pengawasan
Obat dan Makanan yaitu “Pemberantasan Peredaran Obat Tradisional dan Kosmetik Ilegal melalui Operasi STORM V Tahun 2014”. Operasi STORM adalah operasi internasional dengan sasaran sediaan farmasi ilegal, yang digagas oleh International Criminal Police Organization(ICPO) Interpol,
dan dilaksanakan oleh hampir semua negara Asia Tenggara dan beberapa negara Asia. 

Di Indonesia, kami selaku Koordinator Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal, ditunjuk oleh NCB Interpol Indonesia menjadi Focal Point Operasi Strom V Tahun 2014. Kami bersama dengan Kepolisian dan Ditjen Bea Cukai, telah melaksanakan Operasi STORM pada bulan Juni hingga Agustus 2014. Operasi ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan perencanaan operasi, investigasi, penindakan, hingga proses penyidikan. 

Operasi yang telah berhasil dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia melalui 31 Balai Besar / Balai POM ini berhasil menemukan obat ilegal, obat tradisional ilegal, termasuk mengandung bahan kimia obat, dan kosmetik ilegal, di 154 sarana produksi dan distribusi dengan nilai keekonomian mencapai 31,66 milyar rupiah, dengan rincian 173 item obat ilegal, 1.520 item obat tradisional ilegal termasuk mengandung bahan kimia obat, dan 1.963 item kosmetik ilegal. Modus tindak pidana yang dilakukan pelaku kejahatan antara lain adalah mencampurkan bahan baku obat ke bahan obat herbal, mencantumkan nomor izin edar fiktif pada kemasan produk, serta mengedarkan / menjual produk yang sama sekali tidak memiliki izin edar. Dari pengujian laboratorium yang telah dilakukan, diketahui bahwa obat tradisional hasil temuan tersebut mengandung bahan kimia obat antara lain Paracetamol, Deksametason, Fenilbutason, serta Sildenafil. Jika masyarakat mengonsumsi obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan antara lain kerusakan fungsi hati dan ginjal, gagal jantung, yang dapat berujung pada kematian.

Beberapa sarana produksi dan distribusi produk ilegal ditemukan pada Operasi STORM V tahun 2014 ini, antara lain dari pabrik obat tradisional ilegal di Tangerang dengan nilai keekonomian 20 milyar rupiah, dari gudang obat tradisional ilegal di Bandar Lampung dengan nilai keekonomian 1,43 milyar rupiah, dari distributor obat suntik ilegal yang berkedok apotek rakyat di Jakarta dengan nilai keekonomian 1,25 milyar rupiah, dari gudang obat tradisional tanpa izin edar di Jawa Timur dengan nilai keekonomian 1,08 milyar rupiah, dari pabrik obat tradisional ilegal di Jakarta dengan nilai keekonomian 1 milyar rupiah.
Tindak lanjut dari hasil Operasi ini adalah seluruh produk jadi, bahan baku, kemasan, serta alat-alat produksi telah disita sebagai barang bukti dan selanjutnya akan dimusnahkan setelah mendapat penetapan pengadilan. Dari 154 kasus, sebanyak 57 kasus sudah ditindaklanjuti secara pro-justitia oleh PPNS Badan POM/POLRI dan 97 kasus sedang dalam penelusuran lebih lanjut untuk mendapat bukti permulaan yang cukup. Saat ini 1 (satu) orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Bareskrim POLRI.

Keberhasilan Operasi STORM V tahun 2014 tidak terlepas dari dukungan aktif Kepolisian RI, dimana Badan POM mendapat bantuan perencanaan operasi dari NCB Interpol, bantuan penindakan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Direktorat Tindak Pidana Tertentu, dan Biro Korwas PPNS Bareskrim POLRI, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus POLDA di seluruh Indonesia. Peran aktif masyarakat dengan melaporkan adanya peredaran obat, obat tradisional, dan kosmetik ilegal juga memegang peranan penting dalam target operasi.

Badan POM akan selalu meningkatkan kegiatan cegah tangkal untuk menekan peredaran Obat dan Makanan ilegal melalui intensifikasi Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN-WOMI). Kerjasama juga dilakukan dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, asosiasi profesi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) termasuk menggalakkan kegiatan Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Penanggulangan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat.

Badan POM menghimbau kepada masyarakat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan ilegal yang beredar di wilayah Indonesia agar menghubungi Contact Center HALO BPOM 500533, SMS 081219999533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Sekian yang bisa kami sampaikan. Semoga dapat menjadi bahan instropeksi agar kita tetap saling waspada terhadap peredaran obat dan makanan ilegal di Indonesia ini.
Terima kasih. Selamat pagi dan Salam Sejahtera.

























Senin, 29 September 2014

KISAHKU (ARTIKEL PENGALAMAN PRIBADI)



Saya akan mencoba menceritakan kisah yang menurut pengalaman saya menginspirasi bagi diri saya, dan mungkin juga bisa menginspirasi orang-orang yang membaca dan mendengarkan penuturan kisah saya ini.
            Nama saya Yanilia Vertiwi Hutauruk, teman-teman biasa memanggil saya dengan panggilan Nila. Saya adalah orang berdarah batak, yang kebetulan tinggal di tanah sunda. Seperti orang-orang batak pada umumnya, kedua orang tua saya adalah perantau yang kemudian memberanikan diri membuka usaha di kota orang. Sambil mengadu nasib, kedua orang tua saya secara tidak sengaja berjodoh dan akhirnya menikah hingga mempunyai keturunan yang bisa dibilang tidak menghargai salah satu program pemerintahan, yaitu program KB yang berbunyi “dua anak cukup, lelaki ataupun perempuan, sama saja”-hehe. Mengapa saya bilang begitu ? Bisa kalian bayangkan di abad ke-21 ini, dalam kemerdekaan Indonesia yang sudah memasuki 69 tahun, di tahun 2014 ini, masih saja ada orang tua yang berpikir bahwa banyak anak, banyak rejeki dan orang tua saya salah satunya. Oke, langsung saja kita memasuki cerita saya berikut ini.
            Saya adalah anak ke-3 dari 7 bersaudara. Terkadang, saya malu untuk mengakui bahwa saya 7 bersaudara, karena saya sering sekali dilecehkan oleh beberapa guru saya pada waktu saya SMA. Tapi sekarang saya sadar, guru-guru saya mungkin hanya iri, karena orang tua saya adalah orangtua yang sangat keren menurut saya. Kenapa ? Mereka mempertanggungjawabkan pendidikan anak-anaknya sampai sarjana, semua anak-anaknya. Bukan hanya mempertanggungjawabkan pendidikan anak-anaknya sampai sarjana, akan tetapi, kami diarahkan untuk memilih apa yang menjadi minat kami. Seperti yang dilakukan oleh kedua orangtua saya pada adik saya, anak ke-4, yaitu Yosepha. Yosepha memiliki cita-cita ingin menjadi dokter. Orangtua saya tidak tanggung-tanggung mengarahkannya langsung pada fakultas kedokteran, bukan pada STIKES yang hanya 3 tahun. Padahal saat saya masih dalam pendidikan kuliah. Bisa kalian bayangkan uang orangtua saya berapa ? Bisa kalian bayangkan uang yang ada pada orang tua saya hanya lewat begitu saja. Sedih memang. Tapi orangtua saya mengambil resiko itu.
            Akan tetapi, di balik kebaikan orangtua saya, ada satu sifat dari (mungkin) semua orangtua punya, yaitu membanding-bandingkan anaknya. Membanding-bandingkan anaknya ? Ketujuh anaknya ? Hahaha. Lucu tapi menyakitkan buat saya. Mengingat saya dibanding-bandingkan dengan kakak-kakak saya yang pertama dan kedua. Tahukah kalian bahwa terkadang menyebalkan mempunyai dua kakak yang pintar dan IQ-nya diatas rata-rata ? Yap, itu yang saya rasakan. Apalagi adik saya, anak ke-4 dan ke-5 ternyata juga superior dan mereka membuktikannya dengan sewaktu SMP mereka masuk kelas akselerasi. Sedangkan saya ? Saya mungkin tidak terlalu pintar dalam pelajaran. Bukan tidak terlalu pintar, orangtua saya menyebut saya malas. Hahaha, iya memang saya orang yang malas. Saya sangat malas untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan itu saya lakukan dari mulai SD. Hehehehe. Malas adalah salah satu kekurangan saya, di SMA, saya mengubah itu semua. Caranya ? Saya akan bertanya tugas mana yang deadlinenya pada keesokan hari, itulah yang akan saya garap malamnya. Dan saya sangat berbakat dalam deadline. Ide selalu muncul pada waktu deadline. Hahahaha. Di samping itu, saya punya bakat yang lain. Dulu waktu TK, saya pernah mengikuti lomba nyanyi, tapi tidak menang. Saya kesal pada diri saya sendiri, kenapa ? Karena menurut saya, mereka yang juara suaranya tidak lebih bagus dari suara saya. Hehehehe. Dan karena itu, saya meminta orangtua saya agar mengembangkan bakat dan minta saya di bidang olah vokal dengan les vokal. Sekitar 3 bulan saya les vokal, akhirnya saya kembali mengikuti lomba nyanyi. Waktu itu saya kelas 1 SD. Lomba nyanyi itu diadakan oleh suatu toserba di kota saya, dan saya menang, juara 1. Hehehe. Bangga dan senang bercampur aduk. Sesudah itu saya selalu melatih vokal saya sendiri dan mengikuti setiap lomba vokal. Berbagai penghargaan saya raih. Saya buktikan pada orangtua saya, walaupun saya malas, saya mempunyai minat yang tinggi di bidang seni. Yang saya tau, bila manusia mempunyai minat dan bakat di bidang seni adalah salah satu ciri orang ber-IQ tinggi, jadi saya sama juga dengan kakak-kakak dan adik-adik saya. Hehehe. Selain itu, sewaktu SMA juga saya kembali membanggakan orangtua saya dengan menjadi penyiar radio komersil di kota saya. Terkenal dan banyak pendengar yang suka dengan suara saya jika saya siaran. Hihihihi, itu sangat membanggakan orang tua saya, karena setelah itu saya mendapatkan berbagai tawaran MC di beberapa acara. Tapi itu hanya berlangsung selama 2 tahun, karena saya harus fokus pada ujian akhir saya di SMA. Dari cerita saya bisa saya simpulkan bahwa; semua orang unik dengan caranya sendiri. Jangan pernah menyerah karena omongan orang lain, buatlah semua omongan buruk itu sebagai ‘suplemen’ penyemangat untuk membuktikan bahwa kamu bisa lebih dari apa yang orang kira tentang kita. Cuci dan beli semua hinaan orang dengan semangat, positive thinking, dan prestasi kalian tentunya. Hehehe, terima kasih. 

Pernahkah kamu demikian ??? (ARTIKEL BEBAS)



Pernahkah kalian merasa sangat sibuk sampai kalian merasa waktu untuk duduk saja kalian tidak punya ? Atau mungkin kalian pernah merasa ingin sekali menambahkan waktu dalam satu hari yang dikarenakan kegiatan yang padat ? Sebenarnya, mengapa hal itu bisa sangat membebani kita ? Apa saja yang bisa hilang ketika kita melewatkan waktu kita dengan sia – sia ?

Sibuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat dimaknai sebagai (1) banyak yang dikerjakan; (2) giat dan rajin (dalam mengerjakan sesuatu), (3) penuh dengan kegiatan (misalnya orang yang berlalu lalang, mobil – mobil bersimpang siur). Dapat ditarik kesimpulan bahwa sibuk berkaitan dengan kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia sangat beragam. Secara pribadi, saya orang yang paling malas untuk menjadwal kegiatan dalam sehari. Tapi tahukah kalian bahwa rahasia dari beberapa orang sukses itu diantaranya adalah dapat menyusun dan membagi kegiatannya dalam satu hari ?

Waktu yang kita miliki dalam satu hari adalah 24 jam. Kegiatan kita umumnya memakan waktu sebanyak satu sampai lima jam dalam sehari. Porsi dari kegiatan yang kalian jalani berbeda – beda levelnya. Ada yang penting, sangat penting, sangat penting sekali, bahkan darurat. Pernahkah kalian merasa sangat sibuk sampai kalian merasa waktu untuk duduk saja kalian tidak punya ? Atau mungkin kalian pernah merasa ingin sekali menambahkan waktu dalam satu hari yang dikarenakan kegiatan yang padat ? Hal tersebut terjadi karena ketika kita tidak mempunyai manajemen waktu yang baik dalam pengaturan jadwal kita. Manajemen waktu yang baik akan selalu berbanding lurus dengan keberhasilan kita mendapatkan sesuatu, entah itu berupa ilmu maupun pengalaman atau bisa jadi materi (dalam bentuk uang). Manajemen waktu yang tepat adalah pembagian jadwal kegiatan sehari – hari berdasarkan skala prioritas. Bagaimana cara mengukur skala prioritas dalam kegiatan yang akan kita lakukan ? Menurut saya pribadi, skala prioritas yang menjadi tolak ukur dalam menentukan kegiatan mana yang penting dan tidak penting yaitu kembali kepada seberapa besar dampak yang kita terima ketika kegiatan itu kita lewatkan. Karena saya masih dalam pendidikan formal, maka kegiatan yang masuk dalam skala prioritas adalah kegiatan yang menunjang saya dalam pendidikan formal yang sedang ditempuh.

Dengan demikian, skala prioritas yang tepat dan manjemen waktu yang baik akan membawa kita pada kesibukan yang baik akan tetapi skala prioritas dan manajemen waktu yang salah akan membawa kita pada kesibukan yang sia – sia. Maka dari itu, gunakanlah waktumu sebaik-baiknya agar kelak tidak akan menyesal di akhir nanti. Jangan sampai kesibukan yang sia – sia mengejarmu akan tetapi kejarlah kesibukan yang bermanfaat dengan manajemen waktu yang baik. Selamat bermanajemen waktu ria ya ! :)