Selasa, 13 Januari 2015

MIE INSTAN, TEMAN TERBAIK ANAK KOS (ARTIKEL BEBAS)

Buat anak yang indekos, mie instan adalah senjata/amunisi yang paling baik dan cepat untuk mengatasi lapar, apalagi disaat uang kiriman dari orangtua sedang tidak bersahabat. Mengapa mie instan bisa begitu dekat dengan kehidupan anak-anak kos ?

Bila dibandingkan dengan makanan di warteg atau burjo, mie instan adalah makanan yang paling murah jika dibuat sendiri di rumah. Berbagai varian rasa dari mie instan telah membuat mie instan tidak membosankan, ditambah cukup dengan mengeluarkan dua ribu rupiah saja kita sudah bisa membuat seporsi mie instan. Varian rasa dari mie instan sangat lezat bila dipadupadankan dengan makanan lain, atau dengan cara masak yang lain. Saya memiliki cara sendiri untuk menikmati mie instan saya, untuk itu simak tahapan cara membuat pizza telor sederhana yang akan saya tuturkan berikut ini.

Bahan :
- Mie Instan 1 bungkus
- Telur Ayam 1 butir

Cara pembuatan :
- Rebus mie instan seperti yang biasa anda lakukan, setelah masak tiriskan.
- Campur mie instan yang telah direbus dengan telur ayam lalu kocok agar menyatu.
- Masukan bumbu mie instan ke dalam campuran mie instan dan telur ayam, aduk hingga merata.
- Siapkan penggorengan dan panaskan minyak secukupnya.
- Goreng adonan mie instan tadi hingga masak, lalu hidangkan.
- Pizza mie anda siap dihidangkan.

Sekian artikel saya mengenai mie instan, selamat mencoba ! 

ICIKININGS GENG ! (ARTIKEL BEBAS)

Mempunyai teman dekat atau sahabat memanglah menyenangkan. Apalagi bila kita tengah jauh dari orangtua dan rumah, hal tersebut membuat teman dekat atau sahabat kita terasa seperti saudara kandung. Mungkin itulah yang tengah saya rasakan bersama teman-teman terdekat saya. Kami menamakan diri kami, Icikinings Geng. Icikinings Geng beranggotakan 6 orang perempuan yang berasal dari kampus yang sama yaitu Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta.

Awal mula kedekatan kami adalah karena temannya teman. Aneh tapi nyata, tapi begitulah perempuan, sangat mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Bila diceritakan dari sudut pandang saya, mulanya pertemanan saya dimulai ketika mengenal Lucia S. Susanti alias mbak uchy. Karena kesamaan keyakinan, dengan mudahnya kami dekat. Mbak Uchy dan saya dari program studi yang berbeda, akan tetapi kami menjadi sangat dekat dikarenakan sewaktu OSPEK kampus kami berada dalam satu kelompok. Kemudian, setelah beberapa minggu pertama kuliah yang menyenangkan, mbak Uchy mengenalkan temannya yang bernama Chyntia Yolanda Vista alias Bundo. Mengapa sebutannya Bundo ? Karena sifatnya yang keibu-an, membuat saya nyaman berada di sekitarnya, walaupun kami memiliki perbedaan keyakinan, hal ini tidak lantas membuat kami canggung satu sama lain. Friendship in Diversity lah. Hehehe. Dengan Bundo, bertambahlah teman sepermainan saya di perantauan ini.

Di akhir tahun 2012, saya mengikuti kepanitiaan Natal di kampus. Kepanitiaan ini memperkenalkan saya pada calon teman-teman baru saya (yang nantinya akan menjadi anggota dari Icikinings Geng). Awalnya saya berkenalan dengan Priska, lalu Priska memperkenalkan temannya pada saya yaitu Yulia Ratna alias Wulan, karena dalam kepanitiaan ini, jabatan saya membuat saya bersinergi sangat dekat dengan mereka. Kemudian, ternyata Yulia Ratna dan Priska mempunyai teman dekat dalam kepanitiaan (yang baru saya sadari setelah rapat berikutnya) yang bernama Chicilia Risca alias Tante (karena umur dan sifatnya yang dewasa). Akhirnya, saya, mbak Uchy, Priska, Wulan, dan Tante dekat dan sangat sering mengadakan ritual jalan bareng dan nginep bareng untuk mendekatkan diri satu sama lainnya. Karena sifat Bundo yang unik dan menyenangkan, dengan cepat Bundo disenangi oleh ke-3 teman baru saya, sedangkan mba Uchy dan ke-3 teman baru saya memang sudah dekat sebelumnya.

Kedekatan kami hingga saat ini bisa dibilang masih dekat, akan tetapi perbedaan program studi yang membuat kami jauh dan jarang melakukan ritual kami seperti saat pertama bertemu. Hal ini tidak menjadi penghalang karena komunikasi masih sering kami lakukan walaupun lewat jejaring social pribadi. Terkadang rasa rindu untuk melakukan ritual bersama membuat kami melakukan pertemuan dadakan, akan tetapi biasanya satu atau dua orang teman kami tidak dapat hadir. Icikinings Geng sudah seperti saudara sendiri di perantauan saya. Saya yakin, Icikinings Geng adalah alasan saya selalu ingin memiliki banyak teman :) Good Sisterhood, guys !

SOCMED : PATH (ARTIKEL BEBAS)

Path, siapa yang tidak kenal ? Jejaring social media ini hanya kompatibel pada perangkat berbasis Android, Iphone, Ipad, dan Windows Mobile. Lahir di bulan November 2010, aplikasi ini memiliki jutaan pengguna aktif hingga saat ini walaupun Blackberry tidak mendukung aplikasi tersebut. Tahukah kamu siapa pendiri Path ?

Yap, Shawn Fanning dan Dave Morrin. Siapakah mereka ? Ternyata mereka telah lama bergelut dalam dunia teknologi, pasalnya mereka adalah mantan eksekutif dari Facebook. Sepak terjang mereka dalam dunia inilah yang membuat Path lahir. Memang, banyak yang menduga aplikasi Path ini hampir mirip dengan jejaring sosial Facebook. Pasalnya, Path hadir sebagai jurnal interaktif bagi penggunanya. Jurnal tersebut bisa berisi foto, video, lagu yang tengah kita putar, buku yang tengah kita baca, film yang tengah kita tonton, dan keberadaan kita saat ini. Path merupakan saingan terberat Instagram, maka dari itu pengguna Path tidak bisa mengunggah momen mereka pada Instagram. Pengguna Path dapat menunggah momen mereka ke dalam beberapa jejaring sosial lain seperti Foursquare, Facebook, Tumblr, dan Twitter. 

Uniknya, Path memiliki pembatasan jumlah teman. Alasan dari pembatasan jumlah teman di Path adalah adanya penelitian psikologi yang mengatakan bahwa tiap orang memiliki jumlah maksimal kontak sosial yang bisa diterapkan. Kelebihan lain yang dimiliki Path adalah tidak adanya kolom iklan dan promosi yang menjadikan jejaring sosial ini lebih terfokus kepada pengguna sendiri. Sangat ekslusif dan nyaman untuk digunakan sebagai teman jurnal sehari-hari. Anda tertarik menggunakannya ??

Senin, 12 Januari 2015

JAZZ MBEN SENEN (SIARAN PERS LUAR KAMPUS)

Suka musik Jazz tapi ga suka hari Senin ? Sayang sekali ! Karena di Yogyakarta ada event rutin yang diadakan pada hari senin, namanya "Jazz Mben Senen". Event ini hadir untuk menyatukan para penikmat musik Jazz dan lebih jauh lagi untuk menyalurkan bakat pemusik Jazz yang ingin nge-jam session di acara ini. Bertambah seru karena event ini tidaklah dipungut biaya alias gratis, jadi semua orang bisa langsung datang ke event ini tanpa kecuali. Acara ini rutin diadakan Bentara Budaya, Kompas, Kota Baru, Yogyakarta. Untuk kamu penikmat musik Jazz, ga harus pergi ke restoran atau bar, cukup bergabung di Bentara Budaya, Kompas, Kotabaru, Yogyakarta, Oh ya, yang perform di Jazz Mben Senen nggak hanya Komunitas Musik Jogja aja, tapi juga musisi dari dalam dan luar negeri yang lagi main di Jogja. Mulai dari Trie Utami, Idang Rasjidi, Indro T, Gugun and The Blues Shelter, bahkan juga ada musisi dari Jepang, Africa dan Australia yang pernah datang untuk meramaikan acara. Nah, buat yang suka musik Jazz dan lagi di Jogja, wajib untuk datang ke Jazz Mben Senen! Untuk infonya, bisa check di @JazzMbenSenen atau Group Facebook Jazz Mben Senen atau add account Komunitas Jazz Jogja.

YOGYAKARTA SEKARANG (FEATURE)

Yogyakarta adalah tempat yang paling tepat buat anda yang ingin menghabiskan liburan bersama orang-orang terdekat dan keluarga. Dengan sekitar 71 tempat wisata terbaik yang Yogyakarta punya, kota ini menyuguhkan sisi tradisional daerah Yogyakarta. Hingga kini, masyarakat Yogyakarta pun masih mengakui adanya kerajaan di Yogyakarta dengan diakuinya Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Raja dalam Kesultanan Yogyakarta sekaligus sebagai Gubernur DI Yogyakarta. Hal ini merupakan ciri khas yang membuat Yogyakarta selalu menjadi kota yang istimewa.

Seiring berjalannya waktu, kota Pelajar ini berubah mengikuti jaman dengan didirikannya berbagai hotel dan gedung pencakar langit untuk dijadikan tempat usaha yang baru yang menjamur. Menjamurnya hotel dan gedung pencakar langit lainnya di DI Yogyakarta dinilai sangat mengganggu dan mengundang banyak protes terutama dari pihak masyarakat. Beberapa musisi, seperti Jogja Hiphop Foundation (JHF), SID, Glenn Fredly, dan lainnya yang turut mengkampanyekan #saveJogja dan #Jogjaoradidol atas keprihatinan mereka pada fenomena yang terjadi di Yogyakarta.

Mengapa terjadi fenomena #Jogjaoradidol ?? Menurut masyarakat Yogyakarta, pembangunan yang terjadi di atas tanah Yogyakarta tidak berasaskan pada kepentingan masyarakat, melainkan berasaskan kepentingan segelintir orang saja. Yogyakarta "berhenti nyaman" karena pembangunan tersebut. Masyarakat merasa, gedung-gedung pencakar langit tersebut telah merusak keistimewaan Yogyakarta juga, karena Yogyakarta adalah Daerah Istimewa yang sarat akan ketradisional-annya.

Sebaiknya, pemerintah daerah Yogyakarta saat ini harus kian mengawasi pembangunan yang terjadi di Yogyakarta, karena keresahan masyarakat juga merupakan masukan agar Yogyakarta dapat menjadi kota yang kembali nyaman, layak huni, dan selalu istimewa. Yogyakarta sekarang.

REVIEW BUKU : LIFE OF PI

Senang tantangan ? Suka bertualang ? Tapi tidak pernah menyangka bahwa akan terdampar di tengah laut berhari-hari lamanya diatas sekoci bersama seekor harimau ? Itulah yang dialami oleh Pi.

Kehidupan Pi berubah sejak kapal barang Tsimtsum yang berlayar dari Madras menuju Kanada tenggelam. Hanya satu sekoci yang berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena. seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg, dan Pi, anak lelaki India berusia 16 tahun.

Selama lebih dari 7 bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasifik yang biru dan ganas. Di Samudra inilah sebagian kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada TUHAN.

Kisah nyata yang dituturkan langsung oleh Piscine Molitor 'Pi' Patel, seorang bocah India dari Pondicherry lewat penulis Yann Martel ini sukses membuat buku ini memenangkan penghargaan Man Booker Prize for Fiction di Britania Raya di tahun 2002, menjadi nominasi Canada Reads CBC Radio di tahun 2003, menjadi Boeke Prize (penghargaan buku novel di Afrika Selatan) pada tahun 2003, dan memenangkan Asia/Pasific American Award for Literature untuk fiksi dewasa terbaik pada tahun 2001-2003. Novel ini juga diangkat menjadi film fitur teater pada tahun 2012 yang disutradarai oleh Ang Lee dengan naskah karangan David Magee.

Film ini sangat menginsparisi banyak orang dan layak memenangkan banyak penghargaan/nominasi karena dalam kisah ini menggambarkan bagaimana seorang anak muda berusia 16 tahun yang kehilangan keluarganya dan dapat bertahan walaupun terombang-ambing dalam laut hingga akhirnya selamat dan menginspirasi banyak orang. Buku ini juga bisa menjadi panduan keselamatan bila entah suatu saat nanti kita terkena musibah dan terombang-ambing di laut lepas. Selamat membaca :)

MIMPI IBU 7 ANAK (SOSOK)

"Mimpi takkan pernah menyakitkan apabila Anda terus bekerja di balik mimpi-mimpi itu untuk membuatnya menjadi kenyataan sebanyak mungkin dan sejauh Anda bisa."
Banyak ibu yang sangat mendambakan kesuksesan anak-anaknya. Tetapi tidaklah sedikit juga orang tua yang hanya bermimpi, tidak menjadikan semua mimpi itu nyata. Tetapi mimpi-mimpi itu bisa dicapai oleh ibu saya, Saurlina Sinaga.
Lahir di Medan, 49 tahun yang lalu, ibu bermimpi agar bisa menjadi seorang PNS di bidang pertanian. Tetapi, kejadian G30SPKI telah mengubur dalam-dalam mimpinya tersebut sehingga menjadi angan belaka. Di tahun 1985-an, beliau kemudian merantau jauh dari kedua orangtuanya untuk hidup lebih mandiri di kota orang. Lalu setelah sekian lama hidup di kota orang, ibu akhirnya menikah dengan bapak R.Hutauruk di bulan Oktober, 1989. Bahtera rumah tangga inilah yang kemudian beliau jadikan mimpi-mimpinya kelak.
Dari 25 tahun pernikahannya, ibu dan bapak dikaruniai 7 orang anak. Sebenarnya, memiliki banyak anak membuat beliau menjadi seorang pekerja keras. Mengetahui bahwa beban anaknya sangat banyak, dia tidak ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang hanya di rumah dan tidak membantu suami untuk mencari penghasilan. Beliau mengerjakan apapun yang dia bisa agar anak-anaknya kelak bisa menjadi orang sukses sesuai dengan mimpinya. Prinsipnya adalah saya ada untuk anak-anak saya, seluruh hidup saya adalah untuk anak-anak dan suami. 
Mungkin perkataan kakak sulung saya (Yuniarta V. Hutauruk) benar adanya, bahwa "bermimpilah, karena TUHAN mengambil setiap keping mimpimu, menjadikannya satu, dan pada waktunya akan diserahkan kepadamu." Mimpi ibu satu-persatu agar anak-anaknya sukses terwujud. Beliau memulai hal tersebut dari pendidikan ke-7 anaknya. Pendidikan anak-anaknya, dari anak pertama, sampai anak ke empat telah berhasil ia antarkan sampai ke jenjang perkuliahan. Satu demi satu, pelan tapi pasti, anak pertama dan kedua telah berhasil ia motivasi dan alhasil menyelesaikan kuliah dengan waktu yang sangat singkat, 3,5 tahun saja. Doa dan usaha yang beliau iringi dalam langkah kami tak henti-hentinya, dan ucapan syukur juga telah beliau panjatkan karena kemudian mimpi-mimpinya telah kembali kepadanya untuk membantunya menyelesaikan mimpi-mimpinya yang lain. Anak pertama dan kedua telah bekerja, mereka membantu ibu untuk menyelesaikan mimpi ibu. Mereka membantu perekonomian keluarga yang tengah produktif dengan menyekolahkan adik-adiknya. Ibu tetap bekerja, di usia yang menjelang 50 tahun, ibu tetap bugar dan bekerja. Ibu tidak lantas berdiam diri karena usahanya kini untuk mewujudkan mimpinya dibantu oleh anak pertama dan kedua. Ia terus bekerja dan memotivasi semua anak-anaknya agar mempunyai cita-cita setinggi bintang di langit. Ibu adalah sosok motivator bagi kami, ke-7 anaknya. Kelak, ibu akan tersenyum setelah mimpi-mimpinya menjadi nyata dan mimpi tersebut datang kembali kepadanya. TUHAN memberkatimu, Ibu :)